Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam ajaran Islam di samping akidah dan hukum. Akhlak bersumber dari jiwa.Kalau jiwa seseorang baik, niscaya baiklah perilakunya. Sebaliknya, jika jiwanya buruk, buruk pula perilakunya. Rasulullah SAW bersabda, ”Ingatlah! Sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika ia baik, baiklah tubuh itu semuanya. Dan jika ia rusak, rusaklah tubuh itu semuanya. Ingatlah! Segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hasad adalah salah satu dari sekian banyak penyakit hati yang ada di dalam diri. Ibnu Taimiyah mengartikan hasad sebagai perasaan tidak suka dengan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada orang lain. Dalam bahasa Indonesia, biasanya diartikan dengan dengki atau iri hati. Orang yang memiliki sifat hasad cenderung resah ketika orang lain senang, tapi gembira bukan kepalang ketika melihat orang lain susah. Mereka melihat orang lain yang didengki dengan pandangan negatif. Sebaik apa pun pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang didengki itu, akan selalu tampak salah di mata orang yang dengki.
Maka benarlah kalau Rasulullah SAW sampai mengingatkan, ”Jauhilah hasad, karena hasad itu dapat menghapuskan semua kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu.” (HR Abu Daud). Seorang pendengki dalam meluapkan kedengkiannya biasanya akan melakukan tindakan tidak terpuji. Contohnya, ketika ia melihat keberuntungan orang lain, sebisa mungkin ia akan merusak nama baik orang yang beruntung itu, baik dengan menggunjingkannya (gibah), mengadu domba (namimah), bahkan dengan memfitnahnya.
Pada hakikatnya, orang-orang yang hasad senantiasa menebarkan rasa permusuhan terhadap orang lain. Tidak ada keuntungan dari hasad karena hanya akan merugikan si pendengki sendiri. Andaipun nikmat yang ada pada seseorang yang didengki itu hilang sebagaimana yang dikehendaki oleh si pendengki, nikmat itu tidak akan berpindah kepadanya, sebesar apa pun rasa hasad itu. Jika hal ini telah disadari, untuk apa kita menyimpan hasad dalam hati.
Selain itu, hasad juga digambarkan di dalam Alquran sebagai karakter orang-orang Yahudi. Allah SWT berfirman, ”Ataukah mereka dengki pada manusia (Muhammad) lantaran karunia Allah telah diberikan kepada manusia itu?” (QS Annisaa [4]: 54). Karakter dengki membuat orang Yahudi tidak akan pernah puas dengan apa yang mereka miliki. Maka, apabila ada seorang Muslim yang berwatak pendengki, ia tak ubahnya seperti orang-orang Yahudi. Sebagaimana hadis Nabi SAW, ”Barang siapa menyerupai suatu kaum, dia bagian dari mereka.” (HR Ahmad dan Abu Daud). Semoga Allah SWT selalu menjauhkan kita dari sifat hasad.
Republika, 16 Februari 2009


5 responses to “Jauhilah Hasad”
Ibnu AA
February 18th, 2009 at 10:30
Salam,
Kawan, secara tak sengaja aku mengambil koran republika yang tergeletak di meja kosan kawanku. begitu aku baca di halaman satu ada nama temanku, Ahmad Fathan Aniq.
Gila, saat itu aku langsung terkenang akan perkawanan kita di Belanda. Aku juga jadi kangen sama Hamid. Nama kalian begitu melekat di hatiku.
Soal tulisanku di the jakarta post, yang ada di blog itu draf. Semua pengirim tulisan ke the jakarta post yang bukan wartawan disebut dengan kontributor. Menulislah di sana kawanku.
Doa sukses dari kawanmu,
Ibnu AA
rusydi
March 3rd, 2009 at 01:12
untuk itu sudahilah kenfanatikan kita. aplagi dalam momen kampanye seperti saat2 ini. PKS? tunggu dulu. PPP? mungkin. PBB? hmm oke
tyas purwanti (C04209059)
April 19th, 2010 at 11:32
this article is so inspire to me, make me like someone was woke up in the morning, thank’s sir..
nice to read your article,
NUR LAILATUL MUNIROH
April 19th, 2010 at 12:32
we need to know, that humans are not perfect beings, not immune from error and sin. but it is true that envy should be shunned by all men, because it is a reprehensible act that could plunge the man on the brink of collapse. therefore we must take care of ourselves and our hearts from deeds and despicable traits. then we should strive to be perfect human in the face of god.
Moch.Zainuddin MZ
April 19th, 2010 at 12:55
Hasad Adalah Suatu perbuatan tercelah yang dibenci oleh ALLAH SWT. Telah dijelaskan oleh artikel diatas yang menuntun kita agar menghindari apa yang dimaksud dengan hasad. Sering kali kita tidak sadar ketika melihat tetangga kita yang mendapatkan banyak rizki, lantas kita merasa tidak senang dengan apa yang mereka miliki..Kita sering tidak sadar telah melekat sifat hasad dalam diri kita.Untuk menjauhi sifat demikian hendaklah kita sebagai manusia lemah harus senantiasa banyak bersyukur kepada apa yang ada untuk diri kita masing-masing…
1 Trackbacks / Pingbacks
My story… « Cahaya Hidayah February 18th, 2009 at 03:16
[...] http://fathananiq.wordpress.com/2009/02/17/jauhilah-hasad/ Possibly related posts: (automatically generated)AppreciateJalan-jalan cari hiburan, makan dan tengok wayangtora datang lagi..!~kisah lama [...]