Oleh A. F. Aniq
Hari-hariku terasa cepat berlalu
Batas antara malam dan siang seakan telah kabur
Sengaja tak kupandangi waktu
Yang sedikitpun tak terkendali
Sebab,
Ketika ia kupandangi
Maka selalu kekagetanlah yang menghampiriku
Aku kaget, oh! malam ya?
Aku terkejut, oh! pagi lagi ya?
Kapan malam beralih menjadi siang?
Kapan pula siang memulai tugasnya membuka selimut paruh bumi?
Semuanya berjalan, cepat!
Hanya yang berlarilah yang takkan tertinggal
Mereka yang berjalan, pelan..
Akan tergilas!
Tugas dan rencana yang kuciptakan sendiri
Menghadang laju langkahku tuk berlari
Aku tersandung lagi,
Kucoba bangun, bangkit tuk mengejar titik ideal imajiku
Titik yang belum tentu sama dengan orang lain
Mereka yang terjatuh dan tak bangun lagi
Maka titik itupun terus berlari meninggalkannya
Menjauh, jauh…
Leiden, 01.53, 21 Mei 2007
Filed under: Jejak Langkah
Hidup terus berjalan sesuai keteraturannya, tanpa peduli pada suasana yang menghampiri kita, apakah kita sedang terluka, terjatuh, tersiksa dan putus asa?? Tugas kita adalah bagaimana memutuskan pilihan-pilihan hidup dengan penuh keyakinan dan semuanya akan segera berlalu menghampiri kebahagiaan, kemenangan, kemerdekaan dan semangat yang telah menanti.